10 Fakta Menarik soal Bandara Kertajati di Majalengka

Share this:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Jabar) hari ini (24/5/2018). Bandara ini menjadi bandara kedua terbesar di Indonesia, setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Bandara ini dibangun sejak Desember 2015. Nilai proyek bandara ini mencapai Rp 2,6 triliun. Adapun bandara ini diharapkan dapat mengatasi lonjakan penumpang pesawat di Bandara Soetta. Tak hanya itu, bandara ini juga dapat menampung pesawat jet berbadan lebar. Bahkan, embarkasi Jabar dapat ditampung di bandara itu. Jadi masyarakat pun tak perlu ke Halim dan Bandara Soekarno Hatta.

Bandara Kertajati direncanakan memiliki terminal berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Ke depan, bandara itu memiliki terminal berkapasitas 18 juta penumpang.

PT Angkasa Pura II telah menyepakati kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk masa kelola 17 tahun. Adapun Angkasa Pura II akan menjadi operator atau pengelola Bandara Kertajati yang terletak sekitar 68 km dari Bandung.

Ingin tahu fakta terbaru lainnya mengenai Bandara Kertajati, Liputan6.com merangkumnya seperti ditulis Kamis (24/5/2018):

1. Bandara Terbesar Kedua setelah Bandara Soekarno Hatta

Bandara Kertajati bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang pada tahap pertama. Bahkan Bandara Kertajati termasuk terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soetta. Bandara Kertajati dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha dan memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500 x 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 x 60 meter.

2. Grand Opening Bandara Juni 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Kertajati diresmikan secara penuh pada Juni 2018.

“Dan nantinya pada minggu ketiga bulan Mei kita bisa soft opening. Upayakan saat penyelenggaraan mudik Lebaran sudah grand opening,” ucapnya.

3. Peresmian Molor Dua Kali

Pembukaan atau peresmian Bandara Kertajati mundur dari 2016 menjadi 2017, lalu mundur lagi menjadi 2018. Bukan tanpa sebab peresmian Bandara Kertajati mundur hingga dua kali.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Santoso menceritakan, semula Bandara Kertajati ini terkatung-katung penyelesaiannya, karena secara konsep keberadaannya menjadi silang pendapat antara perencana kota (city planner) Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat.

“Dengan jarak sejauh 200-an km dari Jakarta, kemungkinan warga yang selama ini beraktivitas pergi dan datang melalui Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Banten tidak akan dengan sukarela sebagian pindah ke arah Timur yaitu ke Kertajati Jawa Barat,” ceritanya.

Alasannya karena jaraknya sangat jauh, tepatnya dari exit jalan Tol Cipali untuk ke Bandara Kertajati berada pada 158 km dari km 0.00 di Cawang, Jakarta Timur. Akhirnya, polemik ini berkepanjangan sampai izin penetapan lokasinya sempat hangus.

Bayangkan, studi kelayakannya dimulai sejak 2003, penetapan lokasi pertama 2005, namun perpanjangan izin penetapan lokasi diulang pada 2012 dengan memasukkan kewajiban pendanaan APBN. Selama tujuh tahun tidak ada kegiatan fisik apapun dan izin penetapan lokasi yang lama hangus, mengingat pekerjaan pembangunan tidak kunjung dimulai.

“Pekerjaan baru dimulai 2014 untuk pengerjaan pembersihan lahan dan pondasi. Jadi selama 10 tahun proyek ini terkatung-katung,” ujar Agus.

 

4. Layani Mudik Lebaran dan Penerbangan Haji8.

Menhub Budi Karya menargetkan ada penerbangan ke lima kota melalui Bandara Kertajati. Kota-kota itu antara lain Medan, Surabaya, Bali, Makassar, dan salah satu kota di Kalimantan antara Balikpapan dan Samarinda. Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 46 juta orang, potensi bandara ini sangatlah besar.

Selama ini, warga Jawa Barat selalu menggunakan Bandara Husen Satranegara jika ingin menggunakan transportasi udara. Dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun, Bandara Kertajati diharapkan bisa menjadi alternatif baru bagi warga Jabar.

Keunggulan yang dimiliki Bandara Kertajati di antaranya terkoneksi dengan jalan tol Cipali dan nantinya juga terkoneksi dengan kereta api.

“Kita ingin Bandara Kertajati ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi baru, melainkan juga menjadi kawasan aeropolis yang mengintegrasikan antara kawasan industri dan hunian,” paparnya.

Tak hanya melayani pemudik Lebaran 2018, bandara ini nantinya juga melayani penerbangan haji pada Juli 2018.

5. Terkoneksi Berbagai Moda Transportasi

Tak kalah dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Kertajati akan terkoneksi dengan berbagai moda transportasi termasuk kereta api.

“Jadi ini terintegrasi dengan jalan Tol Cipali, nanti di sini juga akan dibangun jalur kereta. Jadi ini akan terintegrasi antar modanya dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat,” kata Dirjen Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di BIJB, Majalengka, Rabu, 4 April 2018.

Selain itu, saat ini juga tengah dibangun jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Dengan ada tol ini, Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan terintegrasi dengan Bandara Kertajati. Tol ini diharapkan rampung pada akhir 2018.

6. Ada Kereta, Stasiun Gambir-Bandara Kertajati Hanya 2 jam

Untuk melengkapi konektivitas antar moda, Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik minat dan mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun Bandung.

“Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Kereta akan melalui Bekasi Timur, Cikarang, Karawang dan Cikampek,” tambah Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso.

Dengan keberadaan Bandara Kertajati dan kereta bandara ini, efektivitas transportasi masyarakat akan terpenuhi.

7. Jadi Proyek Percontohan Nasional

Bandara Kertajati akan dijadikan sebagai proyek percontohan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ini dikarenakan pembangunannya melibatkan banyak pihak dan menerapkan inovasi baru dalam hal skema pendanaannya.

Menhub Budi Karya Sumadi mengapresiasi kepada seluruh pihak mulai dari Pemerintah Kabupaten Majalengka yang sudah menyediakan lahan hingga PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang menerapkan skema pendanaan melalui mekanisme Reksadana Dana Penawaran Terbatas (RDPT).

“Saya apresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan bandara ini. Pemda punya bandara yang begitu besar yang dikelola swasta, ditambah pendanaannya dengan RDPT, jadi lengkap. Oleh karenanya, saya jadikan ini menjadi percontohan untuk bangun infrastruktur modern,” kata dia.

8. Bandara Kertajati Tingkatkan Citra Indonesia di Mata Dunia

Pembangunan Bandara Kertajati diharapkan dapat menghapus citra buruk industri penerbangan Indonesia di mata dunia. Dibangun dengan konsep aetropolios business concept, Bandara Kertajati akan menjadi peluang Indonesia membenahi pelayanan di dunia penerbangan.

“Pembangunan BIJB ini bisa menyikapi perkembangan dunia transportasi udara yang berkembang cepat,” ujar Vice President Indonesia Avition And Aerospace Watch (IAAW) Juwono Kolbioen.

Bandara Kertajati bisa mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mampu menggantikan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

9. Layani 5 Rute Penerbangan

Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat akan melayani lima rute penerbangan domestik. Hal itu disampaikan Kadishub Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik.

Lima rute penerbangan tersebut antara lain, Kertajati-Denpasar, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Ujung Pandang, Kertajati-Balikpapan, dan Kertajati-Medan.

“Jadi lima penerbangan yang sudah ada. Nanti kami siapkan setelah historical flight,” ujar dia.

10. Belum Bisa Didarati Pesawat Berbodi Besar

Landasan pacu Bandara Kertajati saat ini sepanjang 2.500 meter. Agar bisa dilalui oleh pesawat Boeing 777, yang diperlukan adalah landasan pacu minimal 3.000 meter.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *