1744034panorama-edit780x390

Tarif Sewa Kantor di Pusat Bisnis Jakarta Terkoreksi 2 Persen

Share this:

Penurunan tren okupansi menambah tekanan pada pengelola kantor yang ingin meningkatkan tarif sewa.

Selama periode kuartal 3/2016 sampai kuartal 3/2017, tarif sewa turun hampir 15 persen.

Koreksi tarif ini juga terjadi pada perkantoran dengan Grade A atau Premium yang banyak muncul dengan tarif tinggi di pusat bisnis atau central business district (CBD)

“Dengan okupansi yang turun, kita masih bisa lihat proyeksi rental naik karena 9 gedung baru menetapkan rate di atas pasaran. Secara rata-rata, rental itu akan terkoreksi 1,5-2 persen,” ujar Senior Associate Director Colliers Internasional Ferry Salanto saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Sebagian besar pemilik bangunan gedung baru di Sudirman yang dijadwalkan beroperasi pada 2018, kata Ferry, cukup optimistis untuk menetapkan tarif sewa di atas rata-rata.

Hal ini akan membuat keseimbangan di pasar dalam mengantisipasi pasokan besar mendatang dan tarif rata-rata diharapkan secara relatif akan stagnan pada 2018.

Ferry menambahkan, tarif sewa cukup tinggi yang ditawarkan gedung-gedung baru ini juga disebabkan oleh harga tanah dan biaya pembangunan terus naik.

“Saat ini, karena nilai lahan selangit, setiap bangunan komersial baru di CBD harus dibangun sesuai dengan spesifikasi Grade Aatau di atas itu untuk memenuhi kelayakan investasi,” jelas Ferry.

Selama beberapa tahun terakhir, setiap bangunan baru di CBD selalu merupakan gedung Grade A atau Premium.

Dampaknya, tingkat kekosongan mengalami peningkata, terutama selam akondisi pasar lebih berpihak kepada tenan.

“Tingkat hunian keseluruhan untuk gedung perkantoran Grade A dan Premium masih di bawah 80 persen,” kata Ferry.

Dengan proyeksi pasokan didominasi oleh gedung perkantoran kelas tinggi, hunian untuk bangunan akan semakin menurun pada 2018.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *