5 Tragedi yang Ingatkan Risiko Beristirahat di Dalam Mobil

Share this:

Beberapa hari menjelang Lebaran 2018 diperkirakan akan ada peningkatan jumlah kendaraan di jalanan. Hal ini tentu berpotensi untuk jadi kemacetan yang menguras tenaga dan pikiran terutama bagi para pemudik.

Nah kalau sudah demikian disarankan agar pemudik beristirahat sambil menunggu kemacetan terurai. Tapi ingat bagi yang mengendarai mobil pribadi sebaiknya jangan beristirahat di dalam kendaraan.

Menurut para ahli beristirahat dalam kondisi mobil tertutup menyimpan berbagai risiko untuk kesehatan bahkan sampai bisa mengancam nyawa. Sudah banyak buktinya seperti contoh-contoh berikut yang dikutip detikHealth dari berbagai sumber:

1.Pasutri meninggal di Pantura

Pasangan suami istri bernama Taufiq Hidayatulah (43) dan Eliza Eprigayani (54) ditemukan meninggal di dalam mobil yang terparkir di pinggir Jalan Pantura Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Menurut laporan polisi keduanya diduga meninggal karena keracunan gas karbon. Polisi menemukan mobil dalam kondisi menyala termasuk air conditioner (AC) dengan kaca sebelah kiri terbuka sekitar 20 sentimeter.

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo menjelaskan saat kejadian lintas di Pantura Tegal memang sedang dalam kondisi macet. Diduga pasangan tersebut menghentikan mobilnya untuk beristirahat karena kelelahan.

2.Tewas Sekeluarga

Hampir sama seperti kasus sebelumnya hanya saja kali ini menimpa satu keluarga. Dilaporkan detikcom polisi pada Juni 2016 lalu mengevakuasi jenazah empat orang dari mobil yang terjebak banjir lumpur di kawasan Carita-Anyer.

Sebetulnya menurut Kapolda Banten Brigjen Ahmad Dofiri saat itu ada juga kendaraan lain, tetapi para pengemudi dan penumpangnya turun. “Kami juga bertanya-tanya mengapa korban tidak keluar dari mobil,” pungkas Dofiri.

3.Tragedi Brexit

Pada tahun 2016 lalu tol Pejagan ke arah pintu keluar Brebes Timur mengalami kemacetan parah. Pemudik hampir satu hari terjebak karena padatnya kendaraan dan ketika itu dilaporkan ada 12 orang yang meninggal.

Menurut Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) dari RS Persahabatan Rawamangun ada kemungkinan pemudik meninggal karena kekurangan oksigen. Saat macet sampai berjam-jam gas asfiksia yang berada di sekitar pemudik antara lain adalah karbon monoksida dan karbon dioksida dapat meningkat.

“Apabila terhirup dan masuk ke dalam darah, CO akan membuat hemoglobin (sel darah merah) menyingkirkan oksigen. Akibatnya hemoglobin akan lebih kuat mengikat CO dan membuat tubuh kekurangan oksigen dalam waktu cepat,” kata dr Agus.

4.Kehabisan oksigen

Meski mesin mobil mati bukan berarti seseorang bisa beristirahat di dalamnya tanpa risiko. Tanpa kebocoran asap knalpot, ketika seseorang berada di ruang tertutup selama beberapa jam maka tingkat oksigen yang ada tetap dapat berkurang.

Hal ini terjadi pada tragedi yang menimpa dua orang balita di Purwakarta Mei 2018 lalu. Muhammad Jibal Alif (4) dan Intan Nur Aini (2,5) meninggal diduga akibat kehabisan oksigen setelah sekitar empat jam terjebak di dalam mobil orang tuanya.

“Diduga lepas dari pengawasan. Kedua korban bermain dan masuk ke dalam mobil milik Herdiana (ayah Jibal), lalu tidak bisa membuka pintu untuk keluar. Diduga kedua korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen,” ujar Kanit IV Satreskrim Polres Purwakarta Iptu Budi Suheri.

5.Dehidrasi dan heat stroke

Setelah kehabisan oksigen ancaman lainnya berisirahat di dalam mobil adalah ancaman dehidrasi. Studi membuktikan suhu di dalam mobil bisa jadi lebih panas dari lingkungkan sekitar sehingga memicu orang-orang untuk berkeringat lebih banyak.

Ketika suhu sudah terlalu tinggi untuk ditoleransi oleh tubuh maka akan ada risiko terjadi heat stroke.

Hal ini yang disebut kemungkinan terjadi pada bocah berumur 2 tahun, Nur Awfa Humaisha’ Muhammad Ali Riduan, di Malaysia. Dirinya ditemukan lemas setelah sang ibu lupa meninggalkannya di dalam mobil yang terparkir di area kampus selama empat jam.

“Dia baru menyadari bahwa anaknya masih berada di dalam mobil pada sekitar pukul 13.00. Ketika dia bergegas ke kendaraan, korban sudah tak sadarkan diri,” ujar pejabat kepolisian Port Dickson, Zainduin Ahmad.

Nur sempat dibawa ke klinik namun nyawanya tidak tertolong.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *