Ada Benjolan Kecil di Dada, Pria Ini Tak Menyangka Kena Kanker Payudara

Share this:

Sebuah hal yang mengejutkan bukan jika seorang pria terkena kanker payudara? Tetapi itu benar terjadi pada Khevin Barnes, seorang pesulap dari Hawaii.

Kanker payudara pada pria bisa terjadi pada satu banding 1.000 kasus. Lebih dari 99 persen kasus kanker payudara diidap oleh wanita.

Dikutip dari DailyMail, pada tahun 2014 Khevin merasakan ada benjolan kecil di bagian dada kirinya. Namun ia tak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut karena ia dan istrinya menerapkan gaya hidup sehat setiap harinya.

“Semuanya tampak baik-baik saja, dan saya pikir saya akan baik-baik saja,” ujarnya.

Untungnya, sang istri meminta Khevin untuk memeriksakan benjolannya itu ke dokter. Setelah melakukan serangkaian tes, seperti mammogram.

Dokter pun mendiagnosisnya mengidap kanker payudara stadium satu tetapi tingkat tiga, yang berarti kanker tersebut bersifat agresif.

“Biasanya kebanyakan pria didiagnosis pada tahap lebih lanjut, stadium tiga atau empat karena mereka tidak mengira benjola itu berbahaya. Maka dari itu, penting untuk memeriksanya,” tutur pria berusia 68 tahun itu.

Tak pernah terpikirkan bahwa ia akan berjuang melawan penyakit ini. Khevin tak pernah tahu bahwa kanker payudara bisa menyerang pria juga. Ia sempat merasa down dengan diagnosis dokter.

Namun tim dokter tak menunggu lama, mereka segera melakukan mastektomi atau pengangkatan payudara dan jaringan-jaringannya pada Khevin. Sehingga Khevin tidak memiliki puting kirinya.

Tujuh tahun silam, istri pertama Khevin juga mengidap kanker rahim. Sudah melalui beberapa kali pengobatan termasuk kemoterapi namun tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

“Saya menyaksikan seluruh proses dan dia sering mengatakan dia berharap tidak melakukan itu (kemoterapi),” ungkap Khevin.

Merasakan sendiri bagaimana harus berjuang dengan kanker, saat ini Khevin mengabdikan dirinya pada komunitas Anti-Cancer Club, dan mulai menulis tentang pengalamannya di situs kelompok pendukung.

“Itulah gairah saya sekarang,” katanya.

Dengan begitu, Khevin bisa mengingatkan kepada seluruh pria mengenai risiko kanker payudara yang tidak hanya terjadi pada wanita.

“Salah satu hal yang perlu kita lakukan adalah mendidik para praktisi. Pria benar-benar tidak tahu cara untuk memeriksa payudara mereka, jadi kami juga memberi tahu mengenai hal itu,” tutupnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *