Bunuh Diri Kate Spade dan Riwayat Depresi yang Diidapnya Bertahun-tahun

Share this:

Desainer ternama Kate Spade ditemukan tewas di apartemennya pada Selasa (05/06/2018). Diduga bunuh diri, rupanya wanita berusia 55 tahun ini disebut telah mengidap depresi selama bertahun-tahun.

Selama ini sosok Kate Spade dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, dan image ‘easy-going’nya yang sesuai dengan merek fesyennya tersebut. Dan karena semua itulah, ikon fesyen ini menolak untuk mengobati depresinya, menurut penuturan kakak almarhumah.

Sang Kakak, Reta Saffo, bahkan mengatakan bahwa jika Kate benar-benar bunuh diri, itu bukanlah suatu hal yang mengejutkan. Selama tiga atau empat terakhir ia telah mengupayakan segala cara untuk membuat adiknya mendapatkan pengobatan.

“Dia dulunya gadis kecil yang mudah excited dan aku merasa semua tekanan dan stres dari merek dagangnya telah membalikkannya menjadi depresi manic,” tuturnya, dikutip dari Page Six.

Sempat berhasil membujuk adiknya, namun lagi-lagi Kate berhenti karena memikirkan image-nya lebih penting untuk dijaga. Ia khawatir apa kata orang-orang jika mereke tahu bahwa ia mengidap depresi.

Reta menyebutkan momen meninggalnya komedian Robin Williams beberapa waktu lalu meninggalkan kesan dalam di diri Kate. Dan ia menduga hal tersebut berperan besar atas bunuh diri yang ia lakukan kemarin.

“Dia terus-terusan menonton beritanya. Aku pikir rencananya sudah ada bahkan sejak lama,” kata Reta.

Tak hanya Reta, namun suami Kate, Andy, juga membantu membujuk istrinya. Tetap saja hasilnya nihil hingga membuat mereka semua menyerah.

Kematian mendadak Kate Spade meramaikan media sosial dengan peringatan pentingnya untuk melaporkan jika mengenali seseorang yang tampak depresi atau ingin bunuh diri, termasuk para selebriti dan bahkan putri Presiden AS Ivanka Trump.

Depresi menjadi salah satu dari 11 common mental disorders atau penyakit jiwa yang lazim dijumpai menurut WHO atau Badan Kesehatan Dunia. Tak banyak orang yang mengidap depresi dapat langsung dikenali, oleh karena itu penyakit ini sangat sulit didiagnosis tanpa perkenalan mendalam.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *