Cerdas dan Menawan, Ini 5 Srikandi Paling Berpengaruh di Dunia Teknologi

Share this:

Belakangan, dunia teknologi berusaha mengubah citra agar lebih inklusif terhadap kaum perempuan.

Selama ini, tokoh-tokoh terkenal di dunia teknologi di Silicon Valley memang masih didominasi laki-laki.

Menghadapi hal tersebut, para wanita di dunia teknologi berusaha melakukan terobosan untuk mendorong kaum hawa agar terlibat di dunia STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Untuk mengubah persepsi tentang dunia teknologi, berikut sosok wanita yang tak cuma berotak cerdas dan menawan, tetapi juga aktif dan berkuasa di dunia teknologi.

1. Sheryl Sandberg

Sheryl Sandberg paling pantas disebut menduduki peringkat pertama. Wanita yang menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer) di Facebook sudah terkenal aktif meningkatkan partisipasi perempuan di dunia teknologi.

Sebuah yayasan pun dibangun Sandberg untuk menyalurkan ide-idenya, yaitu Lean In Foundation yang mendukung wanita di seluruh dunia untuk menggapai cita-cita mereka.

Ia juga sebuah buku berjudul Lean In: Women, Work and Will to Lead, yang membahas isu-isu perempuan.

Saat muda, Sheryl Sandberg berkuliah di Harvard dan lulus dengan predikat summa cum laude sebagai sarjana ekonomi. Setelahnya, Sandberg bersekolah di Sekolah Bisnis Harvard, ia pun lulus dengan prestasi gemilang.

 

2. Tracy Chou

Meski usianya masih muda, rekam jejak Tracy Chou di dunia teknologi akan membuat kagum banyak orang.

Awalnya, ia magang di Facebook dan Google, sebelum akhirnya bekerja di situs tanya jawab Quora sebagai software engineer.

Sekarang Quora memang sudah terkenal, tapi saat Tracy Chou bekerja di sana, situs tersebut hanya memiliki empat karyawan.

Tak hanya di Quora, ia juga sempat berkarir di Pinterest sebagai engineer. Saat bekerja di Pinterest pun, karyawan di Pinterest masih 10 orang.

Lewat pengalamannya, Tracy sudah terbiasa menganalisis data dalam jumlah sangat besar. Tracy sempat belajar teknik elektro sebelum akhirnya memilih mendalami ilmu komputer, dan kemudian fokus dalam bidang data.

Sekarang Tracy tengah disibukan dengan organisasi yang ia dirikan bersama tujuh wanita lainnya di industri teknologi, yaitu grup advokasi bernama Project Include yang bertujuan membuka kesempatan semua orang dari berbagai latar belakang agar bisa sukses di dunia teknologi.

 

3. Angela Ahrendts

Siapa sosok yang bertanggung jawab pada penjualan ritel online Apple di seluruh dunia?

Ia adalah Angela Ahrendts, wanita yang menjabat sebagai Senior Vice President of Retail di Apple.

Ibu dari tiga anak ini kuliah di jurusan Merchandising dan Marketing di Indiana sebelum bekerja di industri fashion di New York City. 

Spesialisasi karirnya memang di bidang pemasaran, dan akhirnya pada 2006 ia menjabat sebagai CEO Burberry, sebuah rumah mode mewah yang bermarkas di London.

Ia meninggalkan posisinya di Burberry pada 2014 untuk memulai bekerja di Apple. Business Insidermelaporkan Ahrendts merupakan pegawai dengan gaji tertinggi di Apple pada 2017. 

Total gajinya sendiri ditaksir mencapai 24,2 juta dolar atau sekitar Rp 332 miliar.

 

4. Jean Liu

Jean Liu (Liu Qing) adalah presiden dari Didi Chuxing, sebuah perusahaan transportasi online yang bermarkas di Beijing, Tiongkok. Ayahnya adalah pendiri Lenovo, Liu Chuanzhi.

Didi Chuxing sendiri beroperasi di 400 kota dan memiliki pelanggan sebanyak 300 juta orang. 

Jean Liu sendiri kerap disebut sebagai ‘rival’ dari Travis Kalanick, mantan CEO Uber. 

Persaingan mereka berdua ditenggarai oleh perbedaan sikap saat menerapkan bisnis mereka. Apabila Kalanick dianggap agresif terhadap lawan, Jean Liu lebih memilih mengambil langkah yang kolaboratif. 

Jean Liu belajar ilmu komputer di Universitas Peking untuk S1, kemudian ia melanjutkan studi di bidang yang sama di Universitas Harvard.

Setelah menyelesaikan studinya, wanita ini pernah bekerja di Goldman Sachs Asia selama 12 tahun

 

5. Ruth Porat

Ruth Porat adalah Chief Financial Officer (CFO) di Google. Wanita ini lahir di Manchester, tetapi keluarganya pindah ke Massachussetts.

Almunus Universtas Stanford dan London School of Economics ini sempat berkarir di Morgan Stanley.

Saat bekerja di Morgan Stanley, ibu beranak tiga ini juga pernah aktif sebagai tim penasihat Departemen Keuangan Amerika Serikat, bahkan ia dikabarkan hampir diangkat menjadi wakil menteri keuangan AS oleh Presiden Obama.

Akan tetapi, Porat meminta agar namanya ditarik karena memilih meningkatkan kondisi di Morgan Stanley.

Pada 2015, ia dipekerjakan oleh Google dan memimpin Alphabet dan Google sebagai Chief Financial Officer.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *