Dilarang Makan Permen, 5 Negara Ini Punya Aturan Unik untuk Turis

Share this:

Menikmati liburan dengan berkunjung ke tempat baru memanglah menyenangkan. Selain mengetahui tempat baru, kita juga akan mendapat pengetahuan tentang kehiduan dan budaya tempat wisata yang kita tuju tersebut.

Namun, alangkah baiknya sebelum melancong kita mencari tahu informasi tentang lokasi wisata yang kita tuju, terlebih lagi jika ingin melancong ke luar negeri.

Mencari informasi sebelum berangkat sangatlah penting. Dengan mencari informasi terlebih dahulu, kita sudah tahu tujuan yang ingin kita tuju, makanan khas, hingga aturan yang harus kita taati saat di lokasi baru.

Saat ingin melancong ke luar negeri, alangkah baiknya kita memperhatikan budaya dan aturan yang berlaku. Karena jika kita tidak tahu aturan tersebut, dan secara tidak sengaja melanggar aturannya maka akan ada hukum denda hingga pidana untuk pelanggar.

Berikut lima negara yang memiliki aturan khusus bagi para wisatawan yang harus ditaati.

1. Uni Emirat Arab (UEA)

Negara yang dikelilingi hamparan gurun pasir ini, menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi wisatawan. Memiliki hukum syariat Islam, membuat negara Arab memiliki aturan ketat bagi warganya dan wisatawan yang berkunjung.

Uni Emirat Arab (UEA) memiliki aturan agar wisatawan mengenakan pakaian sopan, dalam artian tertutup. Bahkan para wisatawan dilarang berbicara kasar dan berbicara kencang. Tindakan ini tergolong tindakan ilegal di UEA. Bagi wisatawan yang melanggar, maka akan ditindak pidana oleh pihak berwajib setempat.

 

2. Singapura

Negara yang bertentangga dengan negara Indonesia ini menjadi salah satu destinasi yang gemar dikunjungi orang Indonesia. Meskipun Singapura adalah negara kecil, banyak tempat wisata buatan yang mengaggumkan. Salah satunya adalah Universal Studio.

Namun, negara kecil ini memiliki aturan simpel namun serius bagi para wisatawan yang berkunjung. Singapura memiliki peraturan yang tidak memperbolehkan masyarakat hingga wisatawan memakan permen karet untuk mejaga kebersihan kota.

Jika sedang berkunjung ke Singapura, pastikan kita tidak membawa permen karet, bahkan memakannya di tempat umum, karena jika terbukti melanggar akan ada denda besar yang harus dibayar.

 

3. Italia

Italia merupakan destinasi favorit warga internasional. Selain terkenal dengan Menara Pisa, Italia juga memiliki budaya dan sejarah yang menarik untuk diketahui. Selain itu, kita juga akan sangat mudah menemukan burung merpati berterbangan di setiap sudut kota.

Meski mudah berinteraksi dengan burung merpati, ternyata Italia memiliki aturan ketat jika berinteraksi dengan merpati tersebut. Italia memiliki aturan dilarang memberi makan kumpulan merpati tersebut. 

Hal itu dikrenakan bahwa kotoran merpati akan tertimbun banyak dan akan mengotori jalanan dan bangunan di Italia.

Jika tetap memberi makan merpati-merpati tersebut, pelanggar akan dikenakan denda sebesar 700 ribu hingga Rp 8 juta.

 

4. Thailand

Negara yang memiliki julukan Negeri Gajah Putih ini memiliki pesona wisata alam dan budaya yang mampu menghipnotis wisatawan. Memiliki berbagai macam jenis wisata membuat Thailand menjadi salah satu destinasi favorit orang Asia.

Karena terkenal negara yang sangat menjunjung tinggi terhadap rajanya. Di Thailand sampai ada peraturan yang tidak memperbolehkan masyarakat ataupun wisatawan yang menginjak foto-foto rajanya, bahkan yang ada di mata uang Thailand.

Jika sedang berada di Thailand dan menemukan selembar uang, janganlah kita menginjaknya lalu menyeretnya ke tempat yang sepi kemudian memungutnya. Karena menginjak foto raja Thailand yang ada di mata uang merupakan sebuah penghinaan, dan kita akan langsung dikenakan hukuman oleh pihak yang berwajib.

 

5. Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang ingin dikunjungi banyak orang karena memiliki budaya dan wisata yang menarik. Negara Matahari Terbit ini sangat menjunjung tinggi aturan yang berlaku, bahkan aturan tidak tertulis. Salah satu aturan tidak tertulis di Jepang adalah tidak menunjukkan tato yang ada di tubuh.

Sebagai wisatawan yang berkunjung ke Jepang, sebaiknya kita tidak menunjukkan tato di depan umum. Orang-orang di Jepang memang kebanyakan tidak memiliki tato karena selalu mendapat stigma negatif dan berhubungan dengan kelompok kriminal dan Yakuza.

Jika ada wisatawan mempertontonkan tato yang ada di tubuh, wisatawan tersebut bisa menjadi sasaran dari kelompok kriminal karena dianggap musuh dari mereka. Sangat disarankan para wisatawan untuk berhati-hati berpakaian saat berada di Jepang demi menghindari hal-hal buruk.

Share this: