iPhone X Plus Bakal Dibanderol Mulai Rp 14 Juta

Share this:

Salah satu smartphone baru Apple pada tahun ini dilaporkan memiliki namaiPhone X Plus. Smartphone ini disebut akan dijual dengan harga lebih mahal ketimbang iPhone X.

Dilansir Softpedia, Rabu (11/7/2018), analis terkenal Ming-Chi Kuo, memperkirakan iPhone X Plus akan dijual dengan harga mulai dari US$ 1.000 atau setara Rp 14 juta (asumsi kurs Rp 14.128 per US$ 1). iPhone X Plus akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci.

Jika informasi ini benar, maka iPhone X Plus lebih mahal dibandingkan iPhone X yang dijual mulai dari US$ 999. Hal ini sekaligus akan membuat harga jual iPhone X turun menjadi US$ 899. Apple kerap menurunkan harga jual produknya setiap merilis varian baru.

Lebih lanjut, iPhone X Plus disebut akan memiliki desain mirip iPhone X, tapi dengan layar lebih besar. Smartphone ini diyakini memiliki tiga kamera belakang seperti Huawei P20 Pro.

Kuo pun meyakini iPhone X Plus akan hadir dengan tiga pilihan warna, yakni hitam, putih, dan emas. Selain itu, smartphone tersebut juga akan memiliki varian Product (Red), yang akan dirilis setelahnya.

iPhone X Plus kemungkinan menggunakan panel OLED besutan LG, yang merupakan salah satu upaya Apple mengurangi ketergantungan pada Samsung. Saat ini, panel OLED iPhone X hanya diproduksi oleh Samsung dan merupakan material paling mahal dari smartphone tersebut.

iPhone X dan dua varian smartphone baru Apple lainnya, diperkirakan akan diumumkan pada September 2018. Penjualannya kemungkinan besar dimulai pada bulan yang sama.

iPhone 2019 Punya Tiga Kamera Belakang dengan Teknologi AR?

Beragam informasi tentang iPhone baru pada tahun depan telah cukup banyak beredar. Kali ini kembali muncul informasi yang menyebutkan iPhone 2019 akan memiliki tiga kamera belakang dan mendukung teknologi Augmented Reality (AR).

Sebuah laporan dari Korea Selatan (Korsel) menyebutkan bahwa Apple “menunjuk” perusahaan lokal, JSCK, agar merakit dan memeriksa 3D-sensing kamera belakang untuk iPhone baru. Smartphone Apple yang dimaksud tersebut kemungkinan adalah iPhone 2019.

Cara kerja fitur tersebut mirip dengan kamera TrueDepth pada iPhone X, yang menggunakan iluminasi inframerah untuk memetakan dan memeriksa wajah. Fitur ini berfungsi untuk membuka kunci ponsel atau meniru mimik pengguna melalui Animoji.

Modul yang dikembangkan JSCK kemungkinan tidak menggunakan inframerah, karena berfungsi untuk memindai objek di jarak yang lebih jauh. Jika proses pengembangan berjalan lancar, Apple kemungkinan akan meneruskan rencananya dan menyertakan unit tiga kamera pada iPhone 2019 untuk mendukung teknologi AR.

JSCK akan bersaing dengan kamera Innotek milik LG untuk mendapatkan “hak istimewa”. Jika berhasil merakit modul 3D-sensing sesuai standar Apple, maka produksi massal produk bisa dimulai pada akhir kuartal II 2019.

Apple sendiri tidak menjanjikan apapun sampai JSCK mampu membuktikan kualitas dan kemampuannya. “Apple tidak berjanji menggunakannya jika JSCK tidak dapat berkembang hingga awal tahun depan,” tutur seorang pengamat industri.

Share this: