Kapolri: Terduga Pemilik Bom Pasuruan yang Kabur Pengecut

089214600_1530775674-20180705-bom-lokasi-bangil
Share this:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, terduga pemilik bom yang meledak di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, seorang pengecut. Hal itu lantaran pria berinisial A itu langsung kabur meninggalkan anaknya yang cedera.

“Anaknya masuk rumah sakit, bapaknya nggak tanggung jawab, pengecut, lari. Harusnya tanggung jawab kepada anaknya itu,” tutur Tito di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Jumat (6/7/2018).

Anak dari A itu mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki. Dia diduga memainkan bom yang kemudian meledak tiba-tiba.

“Main-main, dipakai oleh anak. Dipikir mungkin bola atau apa, meledak,” jelas dia.

Menurut Tito, bom tersebut setipe dengan bom ikan yang biasa digunakan oleh nelayan secara ilegal. Hanya saja, dalam pengembangannya, jenis bom tersebut juga digunakan kelompok teroris untuk melakukan aksi teror.

“Ini tujuannya TPS yang kemarin, tetapi karena pengamanan ketat dari petugas Polri, TNI, dan lain-lain, ditambah dengan pengejaran, tekanan dari tim pengejar dari kepolisian terutama, sehingga nggak jadi (digunakan),” Tito menandaskan.

Warga dikejutkan oleh ledakan bom Bangil Pasuruan, Jawa Timur, pukul 11.30 WIB, Kamis (5/7/2018). Ledakan pertama cukup besar dan melukai anak laki-laki pemilik bom itu. Polisi menduga bom meledak karena dibuat mainan oleh anak tiga tahun tersebut.

“Hasil pengamatan polisi, ledakan pertama itu terjadi dengan sendiri. Sepertinya bom itu sempat dibuat mainan (dikira mainan), dan akhirnya meledak,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin dalam keterangan resminya di Mapolres Pasuruan, Kamis malam.

Berdasar hasil pengamatan polisi, bom Bangil Pasuruan meledak saat keluarga tersebut makan siang. Sebab, ada sejumlah perlengkapan makan seperti piring, sendok, gelas dan lain-lain berserakan.

Untungnya, bom panci yang meledak pertama itu berdaya ledak rendah. Meskipun suara yang dihasilkan cukup menggegerkan warga sekitar.

“Ledakan rendah meskipun suaranya kencang. Piring dan gelas di dekatnya tidak pecah. Hanya kaca jendela dan sebagian plafon runtuh. Itulah kenapa kami sebut bom ini berdaya ledak rendah,” kata Machfud soal bom Bangil Pasuruan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *