Keren! Ini Es Loli Pertama di Dunia yang Tidak Akan Leleh

Share this:
Musim panas merupakan waktu paling asyik untuk makan es loli dan es krim. Salah satu ahli kuliner di Inggris, ciptakan es loli yang tidak akan meleleh m.

Dessert berbentuk es digemari di seluruh dunia. Hidangan manis yang satu ini memiliki banyak jenis, salah satunya es loli.

Jenis es loli atau esblilin yang satu ini biasanya terdiri dari cairan minuman segar, seperti jus jeruk, strawberry, apel, hingga semangka. Rasanya yang segar dan lebih ringan, membuat es loli digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa di musim panas.

Akan tetapi suhu udara yang panas, membuat es loli atau es krim lebih cepat cair dan meleleh. Sehingga kini dibuat es loli pertama di dunia yang tidak cair atau meleleh.

Dilansir Mirror UK (01/08), penemuan unik ini digagas oleh ahli kuliner terkenal Bompas & Parr, dari London. Pyrkete, bahan beku yang dibuat dengan kombinasi serbuk gergaji yang dicampur dengan ampas kayu, jadi inspirasi dari gagasan es loli yang tidak meleleh ini.

Pyrkete awalnya ditemukan oleh seorang penemu bernama Geoffrey Pyke, yang pertama kali menjelaskan idenya ketika masa perang dunia II. Pyrkete digunakan sebagai bahan untuk membangun lapisan es yang mengapung di tengah lautan. Kala itu semua orang tertawa mendengar ide dari Pyke.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, pyrkete berhasil menjadi jembatan es di perairan yang tidak meleleh.

Untuk itu Bompas & Parr, mengganti serbuk gergaji dengan serat sari buah yang kemudian dirubah menjadi bahan baku loli. Uniknya, Bompas & Parr, berhasil membuat serat sari buah menjadi pengatur suhu yang membuat es loli tahan lebih lama di luar suhu lemari pendingin.

Meski penemuan ini sudah berhasil, tapi Bompas & Parr masih terus mendalami dan mencari kemungkinan untuk memasarkan es loli unik ini di supermarket.

Nantinya, es loli anti leleh ini akan ditampilkan dalam pameran makanan “SCOOP: A Wonderful Ice Cream World’ di British Museum of Food, di Gasholders, London. Pada tanggal 22 Agustus 2018 mendatang.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *