Keren! Robot dari Prancis Ini Bisa Bikin Pizza Margherita yang Enak

Share this:

Tidak dibuat oleh manusia, sebuah pizza enak ini dibuat oleh robot. Meskipun begitu, aroma pizzanya segar dan disajikan hangat-hangat. Mau coba?

Ekim yang merupakan perusahaan start-up Prancis membuat inovasi pembuatan pizza yang unik. Di sini pizzanya disajikan oleh robot pizzaiolo yang kedepannya akan segera dimaksimalkan untuk melayani pizza di restoran ini selama 24 jam 7 hari.

Gerakan robot ini telah diprogram untuk mengikuti pizzaiolos dalam kehidupan nyata atau pembuat pizza. Dan dengan tiga lengan dapat membuat beberapa pizza pada saat yang sama.

“Kami tidak lebih cepat dari pizzaiolo karena kami membuat pizza dalam waktu 4 menit dan 30 detik. Karena pizza dibuat sesuai dengan permintaan pelanggan, kami membutuhkan waktu untuk memasaknya dengan baik serta memasukkan bahan-bahan,” tutur Philippe Goldman, Ekim Chief Executive dalam Japan Today (03/07).

Akan tetapi robot ini memiliki tiga lengan yang dapat mengkoordinasi tugas serta membuat beberapa pizza sekaligus. “Jadi ya, membuat pizza membutuhkan waktu 4 menit 30 detik tetapi kami memberikan waktu satu pizza setiap 30 detik yang memungkinkan kami untuk membuat 120 pizza dalam waktu satu jam disaat pizzaiolo (pembuat pizza) hanya bisa mengghasilkan 40 pizza per jam,” tambahnya.

Ide ini berasal dari dua insinyur Ekim ketika mereka masih menjadi mahasiswa. Muncul setelah mereka lelah menikmati makanan cepat saji berkualitas rendah, karena dulu itulah makanan yang mampu mereka beli.

Sekarang robot ini masih berada di luar Prancis karena sedang mengikuti pameran. Nantinya Ekim akan mencari lokasi untuk memulai layanan pembuat pizza dengan menggunakan produk Prancis dan Italia.

Sama halnya dengan vending machine, konsep menjual pizza seperti ini memungkinkan pelangan memesan pizza yang baru dibuat kapan saja. Dengan menggunakan layar otomatis, mereka dapat memilih rasa pizza, termasuk margherita tradisional dan dipadu empat pilihan keju.

“Orang-orang saat ini memiliki waktu makan yang singkat, mereka hampir tidak punya waktu 30 menit untuk makan siang. Oleh karena itu, mereka harus memilih antara waktu dan kualitas makanan. Apa yang kami lakukan adalah menyediakan keduanya,” kata Goldman.

Restoran lain di seluruh dunia telah menggunakan layanan makanan otomatis, termasuk pizza yang dibuat oleh robot di California. Namun bagi sebagian orang, pizza yang dibuat oleh tangan manusia pastilah lebih enak. “Seorang manusia lebih baik, dia bisa tahu apakah adonan itu enak atau tidak,” kata Pizaollo Vittori Monti, chef pizza kelahiran Naples.

“Jika ada masalah, robot tidak bisa tahu, tapi pizaiollo tahu,” pungkasnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *