Keterlambatan di Soekarno-Hatta Dipengaruhi Banyak Faktor

Share this:

Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara paling ngaret nomor 3 sedunia. Sumber masalahnya ada banyak.

Lembaga penilai aviasi asal Inggris, OAG memberi penilaian buruk terhadap Bandara Soekarno-Hatta. OAG menilai 513 bandara di seluruh dunia dari Juni 2017 sampai Mei 2018.

Bandara Soekarno-Hatta masuk di posisi tiga paling bawah, alias buruk. Bandara Soekarno-Hatta cuma mendapat nilai Annual On Time Performance (OTP) hanya 58,5 persen dan berpredikat bintang 1.

AirNav Indonesia selaku otoritas yang mengatur lalu lintas pesawat mengatakan ada banyak faktor terkait buruknya OTP di Bandara Soekarno-Hatta. Ini bukan semata urusan volume penerbangan, kepatuhan maskapai terhadap jadwal dan slot yang telah diatur juga berpengaruh.

“Delay (tidak tercapainya OTP) disebabkan oleh berbagai faktor kompleks yang melibatkan seluruh stakeholder penerbangan, mulai dari ketepatan waktu¬†penumpang, pengelola ground handling, cuaca dan lain sebagainya,” kata Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes HD Sirait, kepada detikTravel, Jumat (6/7/2018).

Kepadatan lalu lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 490.585 penerbangan dalam setahun. Tapi menurut dia, hal itu tidak berkorelasi terhadap keterlambatan penerbangan.

“Kepadatan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tidak berkorelasi dengan on time performance dari maskapai penerbangan. Hal ini dikarenakan kepadatan atau peningkatan traffic movement di Bandara Soekarno-Hatta telah dikelola oleh AirNav Indonesia bersama stakeholder penerbangan agar lalu lintas penerbangan dapat berjalan dengan lancar, selamat dan efisien,” ujarnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *