Liliyana Natsir Ingin Tutup Karier di Indonesia Masters 2019

Liliyana Natsir Ingin Tutup Karier di Indonesia Masters 2019
Share this:

               CantikQQ – Kepala pelatih ganda campuran PBSI Richard Mainaky menyebut Indonesia Masters 2019 bisa menjadi turnamen terakhir Liliyana Natsir. Selain Liliyana, Debby Susanto juga bisa gantung raket di waktu yang bersamaan. 

Richard mengatakan sudah membuat program latihan buat Liliyana dan Debby hingga akhir Februari 2019. Sedangkan Indonesia Masters 2019 rencananya bakal digelar 22-27 Januari 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

“Rencana pensiun Liliyana dan Debby akan dikonfirmasi lebih jelas setelah selesai kejuaraan Indonesia Masters 2019. Tapi program saya untuk mereka memang sampai Februari 2019,” ujar Richard dilansir situs resmi PBSI.

Sementara Liliyana yang sudah menyumbang berbagai gelar bulutangkis bergengsi bagi Indonesia mengaku masih akan membicarakan rencana tampil di Indonesia Masters 2019. 

Sampai saat ini, pebulutangkis asal Manado 33 tahun itu juga belum tahu siapa pasangannya jika turun di Indonesia Masters 2019.

“Keinginan sih ada [main di Indonesia Masters 2019] sebagai penutup karier saya di depan publik sendiri. Main dengan partner siapa di Indonesia Masters juga belum tahu, bisa dengan Owi, bisa dengan yang lain. Saya belum bisa konfirmasi, saya mau fokus dulu di Fuzhou [China Terbuka],” ungkap Liliyana.

Liliyana Natsir Ingin Tutup Karier di Indonesia Masters 2019

Sebelumnya Liliyana menyampaikan bahwa China Open 2018 akan menjadi turnamen terakhirnya. Namun ia masih mempertimbangkan keinginannya tersebut.

Di China Terbuka 2018, Liliyana yang masih berpasangan dengan Tontowi Ahmad berhasil melangkah ke babak kedua usai mengalahkan Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dari Malaysia 21-17 dan 21-19 di Haixia Olympic Soprts Center, Fuzhou, Selasa (6/11).

“Hari ini kami main sudah cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan, kalau lengah bahaya juga. Di game kedua pastinya mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluar permainannya, di game terakhir kami lebih tenang,” kata Liliyana usai pertandingan.

Tontowi menambahkan faktor kemenangan lain adalah kemampuan beradaptasi secara cepat dengan suasana lapangan dan kondisi bola yang cukup berat. Pasangan Malaysia juga disebut Tontowi bermain aman dan bolanya tidak mudah untuk dimatikan.

Pada babak kedua, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong dari Korea. Kedua pasangan belum pernah saling berhadapan.

“Lawan tidak bisa dianggap enteng, dan kami belum pernah bertemu juga. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap capek, nggak akan mudah,” ujar Liliyana.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *