Mabuk dalam Penerbangan, Pramugari Ini Dipecat

Share this:

Seorang pramugari British Airways dipecat karena bertugas dalam kondisi mabuk alkohol. Alasan pemecatan karena si pramugari sudah sering begitu.

Kejadian ini diberitakan beberapa media seperti Fox dan London Standard, Jumat (13/4/2018). Pemecatan ini berawal dari penerbangan British Airways dari Singapura ke Inggris menggunakan Boeing 787.

Dalam penerbangan, seorang penumpang mencium bau alkohol yang menyengat pada seorang pramugari. Pramugari tersebut bernama Patricia Casey. Ia sudah bekerja sebagai pramugari selama lebih dari 21 tahun.

Penumpang itu melaporkan masalah alkohol tersebut. Saat tiba di Bandara Heathrow Inggris, Casey langsung diamankan petugas.

“Di sini ada awak kabin yang diberhentikan dari tugas penerbangan dia, menyusul adanya keluhan penumpang di pesawat soal bau alkohol pada awak kabin tersebut,” ujar Jaksa Jasper Kaur.

Awalnya Casey membantah dengan tuduhan tersebut. Terus diselidiki, akhirnya Casey mengaku bertingkah konyol dengan minum vodka saat dalam 13 jam penerbangan itu.

Setelah di tes, kadar alkohol dalam tubuh Casey adalah 201 mg dalam 100 ml darah. Ini melebihi batas kadar alkohol yang diperbolehkan untuk awak kabin.

Wanita berumur 51 tahun tersebut mengaku bahwa ia minum alkohol untuk pelarian dari permasalahan cerai yang sedang dihadapainya. Pengacara Casey pun berpendapat alkohol tidak mempengaruhi pekerjaannya.

“Dia dilaporkan oleh salah satu penumpang, namun alkohol ini tidak mempengaruhi perilakunya,” ujar Shan Yaqub, pengacara Casey.

“Dia telah menjadi pramugari selama lebih dari 21 tahun, dia memiliki catatan yang tidak tercela, dia tidak pernah memiliki masalah di masa lalu untuk perilakunya. Dia sedang mengalami perceraian yang berantakan. Dia memutuskan untuk menghibur diri sendiri dan pada kesempatan itu ia minum di tempat kerja. Dia memberi tahu saya dia tidak minum alkohol sekarang,” bela Yaqub.

Karena kejadian ini, Casey dipecat dari British Airways sebagai pramugrari senior. Tak hanya kehilangan pekerjaan, Casey juga didenda USD 427 atau sekitar Rp 5,8 juta biaya penuntutan sebesar USD 121 atau sekitar Rp 1,6 juta dan biaya tambahan USD 42 atau sekitar Rp 577.716.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *