Modal baju dinas beli di Senen, Joseph Polantas gadungan tilang 10 orang

modal-baju-dinas-beli-di-senen-joseph-polantas-gadungan-tilang-10-orang
Share this:

Aksi tipu-tipu Joseph Anugerah (20) di jalan raya akhirnya berakhir. Ia yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) dicokok petugas saat beraksi di JLNT Casablanca, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Joseph yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini membeli seragam dan topi dinas polisi di Senen, Jakarta Pusat.

“Rompi hijau beli di Pasar Senen tahun 2017, sepatu tunggang (PDL lantas) beli di Bandung, HT merk Motorola didapat dari teman ibu nya yang bekerja di PT. Freeport dan pangkat brigadir Polri beli di Pasar Senen,” kata Argo kepada wartawan di kantornya, Senin (16/7).

Namun, ia klaim baru tiga hari beraksi, yakni 12-15 Juli 2018. Dari tiga hari menjadi polisi gadungan, Joseph meraup duit sekira Rp 500.000. Duit tersebut dari 10 pengendara yang ia tilang.

“Tersangka melakukan aksinya pada hari Kamis tanggal 12 Juli 2018 mendapatkan uang sebesar Rp. 170.000, Jumat tanggal 13 Juli 2018 sebesar Rp. 150.000 dan Minggu tanggal 15 juli 2018 sebesar Rp. 200.000,” jelasnya

Atas perbuatannya Joseph Anugerah disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Cerita terungkapnya aksi tipu-tipu Polantas gadungan Joseph Anugerah

Joseph Anugerah (20) harus berurusan dengan polisi akibat aksi tipu-tipu yang ia lakukan. Dirinya telah menipu sebanyak 10 pengendara di Jalan Raya non tol Casablanca, Jakarta Selatan, dengan berpura-pura menjadi polisi lalu lintas gadungan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, pihaknya telah curiga terhadap Joseph saat anaknya buahnya sedang melakukan kegiatan rutin di lokasi dekat Joseph melakukan aksi penipuannya.

“Kemarin kita temukan polisi gadungan saat anggota patroli rutin. Anggota juga sebenarnya lagi ada kegiatan rutin di sana kemudian anggota kaget kok ada polisi,” kata Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (16/7).Mereka semakin percaya Joseph bukan seorang polisi karena melihat postur tubuhnya.“Kemudian dari fisik mencurigakan kemudian anggota kami cek dan menanyakan darimana ini kemudian diketahui yang bersangkutan gadungan,” ujarnya.

Yusuf memastikan, anggotanya tidak pernah memberikan hukuman push up pada pelanggar lalu lintas seperti yang dilakukan Joseph.

“Kalau ditangkap polisi kemudian disuruh push up dan lain-lain, enggak ada itu. Selama ini anggota kami enggak pernah gitu,” jelasnya.

Dia meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Kepolisian jika menemukan kejanggalan, hal aneh atau hal yang sekitanya mencurigakan.

“Kalau ada yang mencurigakan silakan lapor. Kalau masyarakat menemukan ada yang aneh silakan laporkan aja,” kata Yusuf berpesan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *