Pensiun dari Timnas Spanyol, Iniesta Puji Banyak Pelatih Hebat

Share this:

Andres Iniesta sudah memutuskan pensiun dari timnas Spanyol setelah kegagalan di Piala Dunia 2018 Rusia. Pasca tersingkir dari 16 besar kemarin, Iniesta akhirnya mengumumkan keputusan yang tidak mudah tersebut.

Pemain berusia 34 tahun ini sudah menjalani banyak masa-masa indah bersama Spanyol. Dia bersama Xavi adalah dedengkot tiki-tak, permainan ala Spanyol yang sukses mendatangkan dua gelar Euro dan satu gelar Piala Dunia.

Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2010 dengan perjuangan keras. Juga Iniesta yang menjadi pemain kunci dengan satu golnya di laga final kontra Belanda. Iniesta adalah Spanyol, Spanyol adalah Iniesta.

Adapun dalam surat terbukanya Iniesta mengapresiasi beberapa pelatih yang berperan besar dalam kariernya di timnas Spanyol. Hanya karena merekalah dia bisa tampil sebaik ini.

“Saya beruntung dilatih pelatih-pelatih hebat di era ini, dengan perhatian spesial untuk Luis Aragones, yang memberikan kesempatan debut saya, dan bersama dia kami memenangkan Euro pertama di turnamen yang seperti mimpi,” kata Iniesta diĀ fourfourtwo.

“Kepada mereka semua, terima kasih telah memilih saya, terima kasih atas kepercayaan diri anda dan mengubah rasa sepak bola Spanyol: Luis Aragones, Vicente Del Bosque, Julen Lopetegui, Fernando Hierro, juga Jauan Santisteban, Inaki Saez, Jose Ufarte dan Gines Melendez.”

Pelukan Iniesta

Lebih lanjut, yang lebih penting dari yang terpenting adalah dukungan publik Spanyol. Iniesta mengaku timnas Spanyol tak akan bisa meraih prestasi sebaik ini tanpa dukungan suporter setia.

“Untuk anda semua, para fans, terima kasih, terima kasih banyak atas dukungan dan kasih sayang anda. Selalu bersama La Roja!”

“Akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih spesial untuk keluarga saya: terima kasih atas dukungan tanpa syarat anda dan terima kasih sudah berada di samping saya. Kita mengejar mimpi dan kita mewujudkannya.”

“Pelukan spesial, Andres Iniesta,” tutupnya.

Tanpa Iniesta, Spanyol akan membuka lembaran baru beberapa tahun ke depan. Permainan Spanyol mungkin harus berubah dan tak lagi mengandalkan tiki-taka.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *