Persiapkan Keuangan Sebelum Mudik

Share this:

Idulfitri tinggal menghitung hari, kita sudah akan merayakannya. Tradisi yang masih dipegang kuat oleh sebagian dari kita adalah mudik.

Kegiatan mengunjungi kampung halaman ini menjadi ritual penting yang sayang bila harus dilewatkan karena hanya berlangsung 1 kali setahun dan dengan suasana yang sangat menyenangkan untuk dilewatkan.

Walaupun bukan hal baru dan sudah biasa, namun kegiatan mudik ini sering menjadi masalah karena sangat mengganggu keuangan pribadi. Khususnya yang sering terjadi adalah berangkat mudik kaya dan pulang mudik menjadi miskin bahkan minus karena kebanyakan utang.

Jadi untuk mengatasi kondisi ini ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan sebelum melakukan perjalanan mudik.

1. Kembali ke Tujuan Awal
Anda mudik sebenarnya dengan tujuan untuk silaturahmi, mengunjungi kerabat dan bukan untuk menunjukkan kekayaan dan keberhasilan. Karenanya tidaklah menjadi hal yang dibenarkan bila mudik menjadi ajang untuk pamer kekayaan dan keberhasilan yang padahal tidak sesuai kondisi kita.

Kalau memang belum punya kendaraan, nggak perlu beli kredit khusus untuk mudik, baju nggak harus baru dan mahal hanya untuk dipakai 2-3 hari di kampung, dan nggak harus juga memperlihatkan kesuksesan dengan membagikan amplop yang isinya banyak tapi dengan uang hasil gadai asset.

Pertimbangkan untuk menjadi diri Anda.

2. Batasi Pengeluaran
Salah satu pembenaran saat mudik adalah karena ini nggak selalu terjadi, maka nggak masalah boros sedikit yang penting senang. Namun masalahnya adalah ngga ada sama sekali berapa batasan boros yang digunakan.

Akibatnya dana yang digunakan seakan-akan nggak ada habisnya, dan ketika akan pulang ke kota tempat kita bekerja, baru menyadari bahwa ternyata semua uang tadi nggak ada sisa. Oleh karenanya, mulai lah dengan membuat target dan anggaran pengeluaran mudik.

Jadikan patokan tahun sebelumnya +10% sebagai jaga-jaga. Gunakan hanya anggaran yang ada dan dibagi dengan 3 pos penting yaitu uang berangkat, uang pulang dan uang di lokasi mudik.

Jadi semua sudah ada anggarannya dan tidak boleh melebihi anggaran yang disepakati.

3. Ingat Pulang
Kita harus ingat bahwa mudik hanya sebagian dari seluruh waktu kita. katakan kita mudik paling lama 14 hari, maka masih ada kehidupan yang harus dibiayai sesudahnya.

Kebanyakan dari kita tidak menyisihkan uang untuk kehidupan setelah mudik. Akibatnya pulang mudik kita tidak lagi punya dana untuk hidup padahal tanggal gajian masih lama. Karenanya, sisihkan uang untuk setelah mudik, pakai rekening khusus yang tidak dibawa ke kampung.

Jadi ketika Anda kembali ke kota tempat Anda bekerja masih ada dana untuk menghidupi kita sampai gajian berikutnya.

4. Jangan Ulangi Kesalahan
Yang terakhir adalah jangan menjadikan mudik sebagai ajang menambah utang.

Harus diingat, sebagian besar kegiatan dan pengeluaran mudik adalah untuk konsumtif, jadi sudah pasti tidak akan memberikan manfaat bagi keuangan kita.

Memang sih secara moril kita mendapat manfaat karena mendekatkan silaturahmi. Tapi nggak harus mahal juga kan, apalagi sampai tang. Jadi untuk tahun ini coba buat resolusi tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, yaitu nggak akan tambah utang.

Kalau bisa setelah mudik utang menjadi berkurang yaitu dengan menggunakan sisa anggaran mudik untuk menyelesaikan sebagian utang.
Mudik sebagai bagian dari tradisi tidak salah.

Tapi bisa tiap mudik mengakibatkan kita mengalami masalah keuangan yang harus di selesaikan dalam 12 bulan ke depan, mungkin harus dipikir ulang apakah mudik kita memberi manfaat???

Selamat Mudik dan tidak menjadi miskin sesudahnya…

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *