Pria Ini Hanya Makan Chicken Nugget dan Kentang Goreng Selama 20 Tahun

Share this:

Hanya makan chicken nugget dan kentang goreng berkalori tinggi, selama hampir 20 tahun. Pria ini menganggap makanan lain akan terasa seperti serangga.

Ryan Howarth yang berasal dari Andover, Hampshire, Inggris mengidap ‘Selective Eating Disorder’ atau gangguan makanan. Gangguannya ini membuat ia hanya memakan chicken nugget dan kentang goreng, selama 17 tahun lebih.

Selain chicken nugget dan kentang goreng, biasanya Ryan dalam waktu tertentu ia memilih steak, sosis, pasta, dan permen. Ketika ditawarkan makanan lain, Ryan merasa aneh dan enggan mengonsumsi makanan itu.

Bahkan Ryan pernah menangis selama 20 menit, setelah sang ibu memaksanya untuk memakan sayuran tumbuk.

“Saya dulu berpikir bahwa saya hanya akan mengonsumsi makanan yang saya inginkan saja. Saya selalu bereaksi ketika seseorang menawarkan makanan lain, reaksi saya mirip seperti ketika orang-orang ditawari makan serangga, atau makanan eksotis lainnya,” ungkap Ryan yang dilansir Mirror UK (28/08).

Menyadari hal ini, pihak keluarganya mulai khawatir bahwa pola makan Ryan akan menganggu kesehatannya. Sehingga keluarganya, terutama sang ibu, meminta Ryan untuk ikut terapi. Setelah melalui beberapa sesi terapi dengan psikolog, Ryan kini berhasil mencoba makanan baru.

“Sekarang saya mengonsumsi banyak jenis makanan yang berbeda. Ternyata saya sangat menyukai rasa makanan lain, rasanya tidak seperti yang saya bayangkan selama ini,” tutur pria berusai 21 tahun itu.

Kini Ryan lebih senang mengonsumsi berbagai sayuran dan buah. Nanas menjadi salah satu buah kesukaannya. Ia juga menyadari adanya peningkatan energi di tubuhnya, setelah ia mulai mengganti pola makannya.

Dulunya, Ryan harus mengonsumsi berbagai pil vitamin untuk menunjang asupan nutirisi hariannya. Ia juga selalu memakan cokelat, jika mulai merasa lemas. Jika diteruskan lebih lanjut, pola makan ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Salah satunya seperti kanker.

“Hasilnya sangat luar biasa. Saya merasa lebih sehat, dan lebih memiliki banyak energi untuk beraktivitas,” pungkas Ryan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *