Restoran Ini Larang Pengunjungnya Gunakan Ponsel Selama Makan

Share this:

Semakin banyak restoran melarang pengunjung pakai ponsel saat makan. Seperti restoran ini yang juga larang pengunjungnya gunakan ponsel.

Seringkali kita menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel, dibandingkan berbicara dengan orang terdekat ketika makan bersama. Hal ini lah yang menggagas restoran Bistecca, di Sydney, Australia, yang meminta setiap pengunjungnya untuk menaruh ponsel mereka dalam kotak kayu yang terkunci.

Dilansir Daily Mail UK (11/08), ide ini berasal dari konsep restoran yang ingin memperkenalkan pengunjung untuk menikmati ruangan serta orang-orang yang berada di sana. Menurut sang pemilik, James Bradey, ia mengatakan bahwa sosial media memang memiliki banyak kelebihan, tapi tidak di meja makan.

“Media sosial adalah cara yang fantastis untuk berbisnis dan terhubung dengan orang banyak, tapi itu tidak seharusnya menggantikan pengalaman yang dapat dibagikan dengan teman-teman terdekat,” tutur James.

“Awalnya banyak pengunjung yang terkejut dengan peraturan ini, tapi mereka terbuka dengan gagasan ini, dan menyukai hal ini,” lanjutnya, yang mengungkapkan bahwa ide ini awalnya berasal dari sebuah restoran di Italia, yang menerapkan hal sama.

“Banyak orang yang terbiasa mengecek smartphone mereka, sehingga ini menjadi hal yang baru dan menyegarkan untuk mereka ketika makan malam tanpa ponsel,” jelas James.

Meski begitu James tidak memaksa semua pengunjung harus meletakan ponselnya dalam kotak kayu. Ia membiarkan pengunjung menentukan pilihannya.

“70% dari pengunjung setuju meletakan ponsel mereka di dalam kotak kayu, 10% pengunjung sedikit ragu, dan 20% pengunjung berkata tidak,” pungkas James.

Bistecca bukanlah satu-satunya restoran yang melarang pengunjungnya untuk menggunakan ponsel. Banyak restoran menerapkan hal yang sama, setelah melihat perkembangan smartphone yang mencuri sebagian besar waktu para pengunjung ketika makan.

“Lahirnya konsep ini, terdiri dari ribuan momen yang kami saksikan di mana orang-orang datang ke restoran, untuk menjalankan waktu bersama, namun dihancurkan dengan kehadiran smartphone yang membuat mereka sibuk dengan diri masing-masing,” ungkap Markus Stauder, selaku pemilik restoran lainnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *