Rupiah ‘Bertekuk Lutut’ Karena Data Ekonomi AS Positif

Share this:

Ekonomi – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.944 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Jumat (28/9). Posisi ini melemah 22 poin atau 0,14 persen dari kemarin sore, Kamis (27/9) di Rp14.922 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama ringgit Malaysia yang minus 0,1 persen, yen Jepang minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,02 persen, dan baht Thailand minus 0,02 persen.

Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,04 persen, peso Filipina 0,03 persen, dan dolar Singapura 0,01 persen.

Sementara mata uang utama negara maju kompak bersandar di zona hijau. Euro Eropa menguat 0,01 persen, rubel Rusia 0,02 persen, dan poundsterling Inggris 0,03 persen.

Kemudian, franc Swiss menguat 0,05 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan dolar Australia 0,08 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah berpotensi melemah pada hari ini karena pengaruh dari rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang dirilis dini hari tadi.

Perekonomian AS tumbuh 4,2 persen seperti yang sebelumnya telah diperkirakan pasar dan sejumlah ekonom. Laju pertumbuhan ini menjadi yang tercepat hampir empat tahun terakahir. “Ini menjadi sentimen positif bagi dolar AS,” ucap Dini kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/9).

Menurutnya, positifnya data ekonomi AS tentu akan membuat penguatan dolar AS semakin solid, sehingga menangkis sentimen positif dari kenaikan bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) kemarin.

BI kembali mengerek bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen kemarin, mengikuti bank sentral AS, The Federal Reserve yang juga mengerek bunga sebesar 25 bps menjadi 2-2,25 persen.

Share this: