Saraf Kejepit dan Nyeri Punggung, Bagaimana Membedakannya?

Share this:

Nyeri punggung atau low back pain merupakan penyakit yang umum terjadi terutama pada pekerja kantoran yang sering duduk dalam waktu lama. Sementara saraf kejepit atau yang secara medis disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP, disebabkan oleh tonjolan abnormal dari bantalan tulang yang menekan saraf-saraf di tulang belakang.

Salah satu gejala dari nyeri punggung dan saraf kejepit nyaris sama persis, yaitu adanya nyeri atau rasa tidak nyaman di area punggung. Lalu bagaimana cara membedakannya ya?

“Secara statistik HNP hanyalah 4 persen dari semua penyebab nyeri pinggang bawah (LBP),” ungkap dokter bedah saraf, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS atau yang akrab disapa dr Ryu kepada detikHealth, Senin (11/6/2018).

Untuk membedakannya, biasanya terlihat dari tingkatan rasa nyerinya. Biasanya nyeri karena saraf kejepit akan terasa lebih menggigit ketimbang hanya nyeri punggung biasa. Dan biasanya nyeri akan menjalar ke bagian-bagian tubuh lain seperti kaki dan lengan.

Namun agar lebih pasti dan jelasnya apakah itu saraf kejepit atau tidak, dr Ryu menyarankan untuk pemeriksaan MRI jika dirasa ada nyeri yang tidak tertahankan. Selain itu, saraf kejepit tidak hanya terjadi di punggung (lumbal) saja, namun juga bisa terjadi di leher (thoracal) dan cervical (tulang ekor).

Dari ketiga jenis HNP tersebut, yang paling sering terjadi adalah saraf kejepit di bagian cervical dan lumbal. dr Ryu menyebutkan bahwa HNP lebih banyak dipengaruhi oleh genetik ketimbang kebiasaan, sementara nyeri punggung selain disebabkan oleh HNP, juga bisa disebabkan oleh kebiasaan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *