Setelah Peluncuran iPhone Terbaru, Apple Kembali Tumbuh di China

Setelah Peluncuran iPhone Terbaru, Apple Kembali Tumbuh di China
Share this:

TIANTIANGAO.NET – Perusahaan analis Canalys mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 40 persen untuk Apple di Q3 2017 dengan 11 juta pengiriman selama periode tiga bulan. Mereka juga mencatat bahwa iPhone 8 menyumbang proporsi penjualan iPhone 8 yang lebih tinggi daripada yang dilakukan iPhone 7 tahun lalu.

Seperti yang Selular rangkum dari laman TechCrunch pada, Senin (30/10), menurut data Q2 2017, pendapatan Apple dari China turun lebih dari 50 persen dari dua tahun yang lalu, sehingga pertumbuhan sangat dibutuhkan. Namun, meski mengalami kemajuan, perusahaan tersebut berada di posisi kelima dalam laporan Canalys.

Huawei memimpin diposisi pertama dengan 22 juta pengiriman, diikuti oleh Oppo (21 juta pengiriman), dan Vivo (20 juta pengiriman). Sedangkan Xiaomi berhasil menduduki posisi keempat pada daftar tersebut.

Setelah Peluncuran iPhone Terbaru, Apple Kembali Tumbuh di China

Diluar data diatas tadi, ada beberapa pernyataan penting yang bisa diambil. Pertama, menurut Canalys, Apple tidak keluar dari masalah di China sekarang ini. Dampak dari iPhone X, perangkat yang banyak diantisipasi yang mulai dijual pada tanggal 2 November.

Tidak tercermin dalam laporan ini, namun persediannya sudah terbatas dan harganya mahal yang dimulai dari $1.000 untuk model yang paling dasar.

“Apple tidak mungkin mempertahankan pertumbuhan ini di Q4” kata Canalys Mo Jia dalam sebuah pernyataan.

Jia memprediksi bahwa sementara iPhone X diluncurkan minggu ini, struktur harga dan pasokannya bisa menghambat. iPhone X akan menikmati status pasar abu-abu yang sehat, namun popularitasnya tidak mungkin untuk membantu Apple dalam jangka pendek.

Diluar permasalahan Apple, yang begitu sering menjadi fokus saat mempelajari penjualan smartphone di China. Beberapa merek lain sekarang telah mendominasi pasar smartphone di China.

Lima besar penjualan di Q3 2017 telah menyumbang 75 persen dari keseluruhan perangkat yang dikirimkan ke China. Perusahaan analis tersebut memperkirakan bahwa Xiaomi dapat masuk dalam tiga besar berkat penampilannya yang biasanya mengesankan pada hari belanja online maupun offline di China. Namun, di sisi lain, sulit untuk melihat apakah ada orang yang membuat kemajuan pada pemegang posisi pertama saat ini.

Laporan Canalys memperkirakan bahwa pasar turun lima persen dari tahun ke tahun menjadi 119 juta pengiriman. Itu adalah hasil penurunan kuartalan kedua berturut-turut. China tetap menjadi pasar tunggal terbesar bagi perusahaan smartphone di planet ini.

Namun, penurunan tersebut menjelaskan mengapa banyak perusahaan telah memperluas fokus mereka untuk meliputi pasar lain yang berkembang seperti India yang memiliki angka pengiriman yang cukup tinggi pada Q3.

Daerah-daerah ini belum menyaingi China, namu, saat persaingan ketat dan pasar menyusut, daerah-daerah lain tersebut bisa saja mewakili peluang pendapatan yang lebih mudah untuk diakses.


Yuk Gabung ke CANTIKQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia
Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop
Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami
Link : gratisqq.com | bijipeler.com

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *