Tahun Ini Rusia Akan Miliki Kapal Selam Terbesar di Dunia

Share this:

tiantiangao.net Kapal selam Belgorod yang direncanakan selesai pada tahun ini dirancang untuk melakukan misi penelitian ilmiah di bawah laut.

Kapal selam riset bertenaga nuklir Proyek 09852 Belgorod itu diprediksi akan menjadi kapal selam terbesar di kelasnya. Berdasarkan perhitungan ukuran dan berat benamannya, kapal selam itu akan menyalip rudal balistik Proyek 941 bernama Akula dalam daftar rekor Guinness.

Dikutip dari laman RBTH Indonesia, Minggu (14/1/2018), kapal selam Belgorod dirancang untuk melakukan misi penelitian ilmiah di bawah laut.

103 Tahun Hilang, Kapal Selam Ini Ditemukan

Kapal selam Australia yang hilang saat Perang Dunia I akhirnya ditemukan setelah dicari selama 103 tahun.

Bicara soal kapal selam, maka akan membahas tentang kiprahnya menjelajah dasar laut. Namun, kisahnya tak melulu baik. Ada sebuah kapal selam yang ternyata lumpuh dan tenggelam di dasar laut.

Pada Desember 2017, sebuah bangkai kapal selam Australia akhirnya ditemukan setelah dicari selama 103 tahun.

Kapal selam bernama HMAS AE-1 itu hilang saat Perang Dunia I di lepas pantai Rabaul, Papua Nugini. Kala itu, yakni pada 1914, kendaraan tersebut mengangkut 35 kru berkewarganegaraan Australia dan Inggris.

Misi pencarian ketiga belas untuk kapal tersebut, menemukannya di perairan di kepulauan Duke of York di Papua Nugini.

Menurut Pemerintah Australia, penemuan tersebut memecahkan misteri angkatan laut tertua di Negeri Kanguru.

“Ini merupakan salah satu penemuan signifikan dalam sejarah Angkatan Laut Australia,” ujar Menteri Pertahanan Marise Payne seperti dikutip dari BBC.

“Ini merupakan kehilangan pertama bagi Angkatan Laut Australia dan kerugian kapal selam Sekutu pertama pada Perang Dunia I, sebuah tragedi yang signifikan dirasakan oleh bangsa kita dan sekutunya,” imbuh Payne.

Tim pencari menggunakan drone bawah air yang mengambang 40 meter di atas dasar laut. Bangkai kapal selam itu ditemukan di kedalaman 200 meter.

Payne mengatakan, tim pencari telah melakukan penghormatan singkat bagi mereka yang kehilangan nyawa saat berada di kapal.

Pemerintah Australia pun mencoba menghubungi keturunan kru dan bekerja sama dengan Otoritas Papua Nugini dalam rangka memperingati temuan tersebut.

“Saya benar-benar percaya ini akan membawa ketenangan bagi keluarga dan keturunan kru yang kehilangan nyawa mereka, dan mungkin pada saatnya, kita akan menemukan apa yang menyebabkan kapal selam itu tenggelam,” ujar Payne.

 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *