Tak banyak yang tahu, ini 6 jenis gulali tradisional khas Indonesia

Share this:

Generasi 90an pasti paham banget nih.. Bikin kangen masa kecil, kan?

iapa sih, yang nggak suka ngemil? Kegiatan yang biasanya dilakukan ketika sedang senggang atau menonton film ini rasanya hampir digemari semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu jenis camilan yang mungkin difavoritkan banyak orang adalah gulali. Camilan manis ini dibuat dari bahan dasar gula yang umumnya diberi tambahan pewarna makanan untuk membuat tampilannya semakin menarik.

Di Indonesia, camilan bercita rasa manis ini ternyata mempunyai cukup banyak jenis lho! Beberapa di antaranya bakal membuat kamu bernostalgia dengan masa kecilmu, terutama kamu yang terlahir sebagai anak 90-an.

Nah, kali ini brilio.net bakal kasih kamu pengetahuan kalau ternyata gulali sendiri ternyata ada enam jenisnya. Pada nggak ngeh kan, pasti?

Daripada makin penasaran, berikut 6 jenis gulali tradisional khas Indonesia yang sudah dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (2/9).

1. Gulali Colek.

Gulali tradisional satu ini berbahan dasar gula Jawa. Mempunyai tekstur yang sangat lentur dan kenyal. Selain itu gulali ini biasanya disajikan basah sehingga penjual harus menariknya ke sebuah wadah atau stik kayu kecil dan kemudian diberi taburan kacang. Teksturnya yang lentur membuat gulali colek menjadi sangat awet ketika dikonsumsi.

2. Gulali Gula Jawa.

Sebenarnya gulali gula Jawa mempunyai bahan dasar yang sama seperti gulali colek. Hanya saja perbedaannya terdapat pada cara penyajiannya. Di mana gulali jenis ini disajikan dalam keadaan sudah keras. Gulali yang disebut sebagai permen lollipop tradisional ini konon merupakan cikal  bakal dari kemunculan berbagai macam gulali khas Indonesia yang ada saat ini lho.

3. Gulali Bentuk atau Cetak.

Berbeda dari kedu ajenis gulali sebelumnya, gulali yang satu ini terbuat dari gula putih yang diberi pewarna makanan. Pada umumnya dua warna yang digunakan adalah hijau dan merah.

Keunikan gulali jenis ini adalah bentuknya yang bisa dibuat sesuka hati yang disesuaikan dengan kemampuan penjual. Ada bentuk bunga mawar, bentuk kuda hingga bentuk ayam jago.

4. Rambut Nenek.

Kalau gulali yang satu ini pasti sudah nggak asing lagi dong? Ya, gulali rambut nenek atau yang biasa disebut arum manis ini keberadaannya memang masih sering terlihat dan cukup mudah untuk ditemukan.

Bahan utama dari gulali yang biasanya berwarna merah muda ini adalah gula pasir dan tepung terigu. Tekstur berupa helaian-helaian panjang seperti rambut ini dibuat secara tradisional dengan mencampurkan adonan gula yang sudah mengental dengan tepung terigu. Selanjutnya, adonan ditarik-tarik hingga membentuk serat-serat tipis.

Proses pembuatannya hampir sama dengan cara membuat mi. Selain arum manis, camilan ini juga dikenal dengan nama arbanat. Oh iya, dulunya gulali satu ini berwarna putih lho, namun kemudian diberi pewarna makanan dan perasa makanan lainnya untuk menarik pembeli. Biasanya rambut nenek disajikan bersama dua keping kerupuk tipis.

5. Gulali Sutra.

Gulali sutra atau juga dikenal dengan nama gulali tepung merupakan salah satu jenis gulali yang mulai susah ditemui. Gulali jenis ini sendiri sebenarnya memiliki tampilan yang serupa dengan rambut nenek. Bahan dan cara membuatnya pun mirip. Hanya saja gulali sutra tidak melalui proses ditarik-tarik hingga membentuk serat-serat tipis.

Adonan gulali yang masih basah diambil sejumput, lalu dimasukkan dalam wadah tepung terigu dan ditarik-tarik sedikit hingga adonan gulali tidak lengket. Tampilan dan teksturnya yang lebih halus membuatnya disebut seperti sutra.

6. Gulali Permen Kapas.

Nah, kalau gulali permen kapas atau lebih sering disebut cotton candy ini masih sangat mudah untuk didapatkan. Biasanya camilan ini sering ditemukan pada pasar malam atau tempat hiburan anak-anak. Teksturnya yang sangat lembut terbuat dari gula murni yang dibuat menggunakan mesin modern.

Di mana putaran mesin yang sangat cepat akan menghasilkan serat-serat gula halus yang jika dikumpulkan membentuk seperti kapas. Gulali ini akan langsung meleleh di mulut dan meninggalkan rasa lengket saat dikonsumsi.

Share this: