Waduh! Wanita Ini Mau Lapor Polisi Gara-gara Cabe Rawit di Kwetiau

Share this:

Jumlah cabe rawit dalam kwetiau rupanya bisa memicu kemarahan pelanggan. Buktinya wanita ini mau lapor polisi usai menghitung potongan cabai rawit.

Seorang pelanggan wanita memesan kwetiau goreng seafood di Supper Club, Geylang, Singapura. Ia membelinya seharga USD 5.20 atau sekitar Rp 75.000. Ia juga memesan nasi goreng Thailand untuk suaminya lewat layanan pesan online, Foodpanda.

“Saya minta ‘ekstra pedas’ tapi tidak menduga ada lebih dari 80 potong cabai rawit dalam kwetiau pesanan saya,” kata pelanggan bernama Sha ini seperti dikutip dari Asia One (28/7). Ia melanjutkan awalnya tak sadar karena makan sambil nonton TV. Namun di suapan ketiga, barulah ia merasa mulut dan tenggorokannya seperti terbakar.

“Saya berhenti makan dan menemukan sekitar 20-30 potongan cabai rawit Thailand,” kata Sha. Ia mencoba teruskan makan namun berakhir membuang kwetiau pesanannya.

Sha bercerita ia sering memesan makanan dari restoran itu, sekitar 2 – 3 kali seminggu, namun belum pernah mengalami kejadian tak mengenakkan ini. “Kadang sekitar satu kali dalam sebulan, saya minta pesanan makanan saya ekstra pedas untuk memuaskan keinginan. Biasanya ada 20-30 cabai rawit, tapi kali ini lebih dari 80,” ujarnya.

Guna melayangkan aduan, Sha menuangkan kisahnya di situs Stomp. Ia pun berkesempatan bicara langsung dengan manajer restoran via telepon. Sha bilang, “Yang pertama dia katakan adalah, ‘Apa yang kamu inginkan? Kalau tidak senang, buat laporan polisi.'”

Menurut Sha, selama menelepon sang manajer tidak minta maaf maupun mencoba menyelesaikan masalah. Sementara itu, manajer restoran punya pandangan berbeda.

“Yang tejadi pada pelanggan ini (Sha) adalah kami menambahkan terlalu banyak cabe. Saya sudah bilang ke pegawai restoran untuk menyampaikan pada Sha agar ia membawa struk Foodpanda ke gerai kami untuk kami ganti biaya atau pesanannya. Ia menolak,” kata manajer Supper Club.

Manajer juga sudah coba menanyakan apa yang ia inginkan. “Ia selalu bilang ingin lapor polisi, jadi saya bilang lapor saja. Ia juga ingin mengadu pada National Environment Agency (NEA),” lanjut manajer.

Mengenai keengganannya minta maaf, sang manajer restoran punya alasan. “Saya merasa dia sangat arogan jadi saya tidak ingin meminta maaf,” pungkasnya. Nah, bagaimana menurut Anda?

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *