Wanita Ini Kehilangan Indera Perasa, Setelah Buka Restoran Miliknya

Share this:

Membuka restoran memang impian bagi sebagian orang. Wanita ini justru kehilangan indera perasanya karena penyakit kanker, setelah membuka restoran pertamanya.

Bagi yang memiliki bakat dalam memasak, membuka restoran sendiri dengan hasil kreasi makanan kita merupakan impian terbesar. Seperti chef Naomi Lowry, yang mengasah bakat memasaknya di kafe, bar, hingga restoran kelas atas di London.

Wanita berusia 38 tahun ini, membuka restoran pertamanya di Sydney, Australia. Restoran ini bernama Culina et Vinum, yang memiliki arti dapur dan wine.

Restoran ini menghidangkan wine dengan makanan yang pas untuk menyeimbangkan rasa, antar makanan dan minuman. Namun, baru tiga bulan setelah restorannya dibuka. Naomi harus kehilangan indera perasanya, karena penyakit kanker payudara stadium tiga yang dideritanya.

Meski sudah melakukan berbagai pengobatan, seperti kemoterapi. Tapi hal itu tidak membantu banyak, dan Naomi mulai kehilangan indera perasanya terhadap makanan. Sebagai seorang chef, dan juga pemilik restoran, kehilangan indera perasa merupakan kabar yang buruk.

Kecintaan Naomi terhadap makanan, tidak membuatnya menyerah. “Saya tidak akan menyerah pada semua yang saya kerjakan, hanya karena saya menderita kanker,” tutur Naomi dalam sebuah sesi wawancara, dilansir Mirror UK (11/07).

“Restoran ini membuat saya merasa normal. Saya datang ke sana untuk bekerja, tentang makanan dan bisnis. Sehingga saya tidak ada waktu untuk memikirkan penyakit saya,” lanjut Naomi yang sudah mulai memasak sejak masih kecil.

Naomi merasa bersyukur bahwa banyak orang yang masih membantunya. Seperti para kerabatnya, yang memberikan pendapat tentang rasa makanannya.

“Setiap kemoterapi, indera perasa saya menghilang. Lalu mulai kembali sedikit beberapa hari setelahnya, tapi semua itu akan hilang kembali ketika saya melakukan kemoterapi,” ungkap Naomi, yang mengatakan bahwa semua pegawainya di restoran sangat membantunya.

Meski menderita penyakit kanker, Naomi tetap membuktikan keahliannya memasak di berbagai kompetisi memasak di Australia.

“Saya ingin membuktikan pada diri sendiri, dan semua orang, bahwa saya adalah chef tegar dan kuat. Hingga penyakit kanker tidak bisa menghentikan kita,” pungkasnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *