Berikut hasil drawing Liga 3 babak regional

Share this:

CANTIKQQ – PSSI telah menyelenggarakan drawing Liga 3 babak regional di Hotel Novotel, Jakarta Utara, Jumat (14/9/2018) malam. Adapun, Liga 3 babak regional akan dimulai pada 24 September hingga 1 November mendatang.

Proses drawing dipimpin oleh Direktur Keanggotaan PSSI, Dessy Arfianto, dan dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

“Kompetisi Liga 3 merupakan yang tertinggi di level amatir, karena nantinya akan ada enam klub yang lolos ke Liga 2 2019. PSSI sangat mengapresiasi para Asprov yang telah menggulirkan Liga 3 di level provinsi,” ujar Tisha.

Sebanyak 68 tim akan mengikuti babak regional. Mereka berasal dari hampir seluruh perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di seluruh Indonesia.

Pada babak ini sistem yang digunakan yakni kandang dan tandang. Para pemenang nantinya akan lolos ke babak nasional pendahuluan dua sebelum berlanjut ke putaran nasional.

“Hasil undian ada beberapa laga derby satu tim se provinsi akan tersaji di babak regional. Setelah lolos dari putaran provinsi setiap tim minimal bermain 12 kali, sekarang tim yang lolos ke putaran regional bertanding dengan format kandang-tandang dua leg,” kata Tisha.

“Pemenang di putaran regional ini akan lolos ke babak pendahuluan untuk menuju putaran nasional. Setelah itu masuk 32 besar, kemudian dipecah ke dalam delapan grup dan juara grup lolos ke delapan besar. Dari delapan besar juara grup langsung bertemu di final,” tambahnya.

Pertandingan pembuka babak regional terjadi di regional Jawa, yakni antara Persikab Kabupaten Bandung versus Bintang Timur dan Persikota Tangerang melawan Maung Anom Bandung. Mereka akan melakoni laga pertama pada 24 September, dan leg kedua pada sepekan kemudian.

Setiap tim dari masing-masing Asprov yang ikut babak regional mempunyai jatah yang berbeda-beda, karena tergantung dari jumlah peserta Liga 3 tingkat provinsi masing-masing. Dalam hal ini, Asprov Jawa Timur menyumbang peserta paling banyak di babak dengan 11 klub.

Regulasi pemain juga diatur dengan memasang pemain usia di bawah 23 tahun, plus maksimal ada tiga pemain senior, sehingga membuat persaingan lebih merata. Pada babak regional, bila skor sama alias produktivitas gol sama, maka akan langsung diadakan adu penalti.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *