Dapat Rp 1,5 juta perbulan, begini muncikari Kalibata City tawarkan PSK ke pelanggan

20180811084110-1-muncikari-di-kalibata-001-lia-harahap
Share this:

Merasa bosan jadi pengangguran, Odoy akhirnya menerima tawaran R bekerja di kawasan Kalibata, Jakarta. Tak paham betul pekerjaan menjadi joki yang dijanjikan R, belakangan Odoy malah ditugaskan sebagai muncikari di apartemen Kalibata City.

Sempat kaget, namun iming mendapatkan makanan dan tempat tinggal serta sejumlah uang membuat Odoy menikmati kerjanya sebagai muncikari. Kepada merdeka.com, Odoy menceritakan bagaimana di menjalankan bisnisnya.

“Saya waktu itu pegang aplikasi Beetalk sama Skout. Saya disuruh download aplikasinya, saya download, saya ganti nama, foto tetep ceweknya. Jadi saya kayak pasarin. Kalau ada permintaan pertemanan kayak FB, saya terima langsung saya ketik lagi Open BO. Langsung dia nyaut, setelah itu saya bales sesuai dengan apa yang disebutin dari ceweknya jadi tinggal kita kutip doang udah kita kirim, nanti kita nego,” kata Odoy, Sabtu (11/8).

Beberapa bulan terjun ke bisnis prostitusi, ada tiga gadis usia 18-20 tahun yang berada di bawah kendali Odoy. Wanita pelayan napsu pria hidung belang didapat dari kawasan Bojong Gede, Bogor, Citeurep, dan Kalideres.

Dia melanjutkan cerita tentang bisnis yang dia anggap sangat menggiurkan. Setelah pelanggan cocok dengan harga dan waktu, Odoy akan menjemput mereka di sebuah taman yang berada di kompleks Apartemen Kalibata City.

“Misalkan dealnya jam 10 malem, nanti saya kabarin lagi jam 10 kan ditunggu, terus udah mau jam 10 saya tanya lagi dong, mau berangkat jam berapa, ini lagi di jalan suka begitu. Jadinya kalau sudah di lobby atau di Taman Flamboyan kabarin aja,” ujarnya.

“Saya yang jemput, udah gitu dianter lah ke atas, kan ada kamar kecil sama kamar gede. Yang kamar gede kan suka ada temen-temen saya juga, nanti mereka keluar nungguin depan pintu kalau enggak di sofa. Saya masuk, nah pas saya masuk saya kunci, dia (wanita) masuk ke kamar, dia tinggal minta uangnya, saya bilang kalau belum ada uangnya jangan berisik dulu, kalau udah ada duitnya baru berisik,” sambungnya.

Odoy menambahkan, biasanya ragam hal ditanyakan pelanggan sebelum akhirnya memutuskan untuk memakai PSK yang disediakan Odoy. Termasuk meminta foto wanita yang dipersiapkan tanpa busana.

“Saya nggak kasih, kalau mau langsung aja kagak pake basa basi,” kata Eboy.

Soal penghasilan, untuk sehari Odoy bisa mendapatkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Jika lagi ramai pemesanan, dalam sebulan dia bersih mengantongi Rp 1,5 juta.

“Tapi kalau lagi sepi paling 100 atau 150. Biasanya 3 atau 2 tamu per hari. Kalau yang buat saya sendiri saya simpan buat saya sendiri enggak saya apa-apain,” ungkap Odoy.

Apartemen di Depok juga dijadikan tempat prostitusi

Odoy memang belum begitu lama terjun ke dunia kelam ini. Tapi informasi yang dia dapat, bukan hanya apartemen Kalibata City yang sering dijadikan lokasi bisnis prostitusi. Menurutnya, sebuah apartemen di Depok ada praktik yang sama.

“Yang setau saya Pondok Cina sama Depok Baru, di situ ada aparteman yang sama kaya gitu. Saya pernah mucikari juga di situ, saya cuma dua minggu di sana,” ujar Eboy.

Sebab, Apartemen Kalibata City dianggapnya paling aman untuk berbisnis esek-esek. Unit ruangannya juga lebih besar sehingga lebih nyaman.

“(Di luar Apartemen Kalibata City) Sana banyak risih, karena kalau ada tamu ngumpet di balkon, lemari, tangga darurat, ibaratnya sempit. Yang kamar gede kan suka ada temen-temen saya juga (Di Apartemen Kalibata City) nanti mereka keluar nungguin depan,” ujarnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *