Ini Penampakan Orchid Forest Cikole yang Makin Romantis

Share this:

Destinasi Orchid Forest, Cikole, Bandung. terpilih menjadi salah satu pendatang baru mitra Co Branding Wonderful Indonesia. Setelah meneken MoU dengan Kemenpar, maka hutan pinus ini akan berkoordinasi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung NHI untuk makin dipercantik dengan teknologi digital hingga menjadi destinasi digital.

“Atraksi di Orchid Forest yang luasnya 12 hektare ini masih fokus pada nature, atau alam, dengan sentuhan man made. Ada lighting yang kalau malam hari bertabur warna-warni cahaya,” jelas Maulana Akbar, CEO Orchid Forest Cikole dalam keterangan tertulis, Minggu (12/8/2018).

Permainan lighting yang menyorot ke batang pohon pinus ratusan tahun di malam hari akan menciptakan suasana romatis. Ada garden of light, instalasi taman lampu yang interaktif, mirip bunga yang berganti-ganti warna.

“Ke depan, akan dipasang sensor gerak dan suara. Jadi ketika orang berjalan-jalan keliling taman lampu itu, akan menyala sendiri di sekitar pergerakan orang,” kata lelaki yang dipanggil Barry.

Ada juga Wood Bridge, jembatan gantung 150 meter yang menyala di malam hari. Jika malam, pengunjung bisa selfi dan foto-foto di atas jembatan yang bisa bergoyang-goyang dari pohon ke pohon.

Taman neon, juga cukup menyedot perhatian pengunjung. Neon bulat-bulat yang disusun vertikal yang menjadi penghias suasana malam.

“Ada teras paphio, lapangan multifungsi, ada aphitheathre dengan tempat duduk dari kayu untuk menyaksikan atraksi,” kata Barry.

Bagi brand Wonderful Indonesia, sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap brand Wonderful Indonesia sehingga akan membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

Harapannya, kolaborasi ini dapat mendorong pencapaian target 20 juta kunjungan wisman dan 275 juta perjalanan wisnus pada tahun 2019.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan hadirnya industri untuk mengembangkan pariwisata merupakan hal penting karena tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja.

“Melalui kerja sama yang baik akan tercipta sebuah harmonisasi sekaligus mempercepat pembangunan pariwisata di Indonesia. Apalagi kini pariwisata telah ditetapkan menjadi core economy bangsa,” kata Arief.

Arief Yahya menjelaskan bahwa destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now).

“Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang ‘berbagi’ di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini. Kalau menurut bahasa anak muda adalah destinasi yang instagramable,” kata Arief.

Sementara Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan kerja sama Kemenpar melalui brand Wonderful Indonesia dengan co-branding partner merupakan sinergi simbiosis mutualisme yang akan memberi manfaat pada kedua belah pihak.

“Brand Wonderful Indonesia (WI) memiliki posisi tawar tinggi di dunia, dengan melakukan co-branding kita melakukan efisiensi anggaran, co-creation, dan meningkatkan exposure masing-masing brand,” kata Ukus Kuswara.

Orchid Forest Cikole bukan hanya tempat membudidayakan ratusan jenis anggrek, tapi didesain khusus dengan spot-spot foto yang instagramable bernuansa alam.

Orchid House merupakan tempat pembudidayaan anggrek baik dari Indonesia dan berbagai belahan dunia, di antaranya Peru, Amerika Serikat, Filipina, dan sebagainya. Bahkan beberapa di antaranya merupakan angrek langka. Orchid Forest juga membudidayakan bunga bangkai.

Tempat wisata ini awalnya digunakan untuk mengoleksi anggrek. Pada awalnya tanah ini disewa untuk menampung berbagai jenis koleksinya, akhirnya dibuat wisata edukasi.

Banyaknya spot Instagramable membuat Orchid Forest Lembang ini menjadi salah satu destinasi digital favorit di Lembang, khususnya bagi para milenial.
Orchid Forest didatangi sedikitnya 1.000 orang per-hari, bahkan saat libur Idul Fitri mencapai 10.000 wisatawan per-harinya. Sebuah pencapaian tinggi untuk tempat wisata yang baru beroperasi pada akhir 2017 lalu.

Kini Orchid Forest Cikole di Lembang, Bandung menjadi salah satu bentuk destinasi digital berupa hutan pinus seluas 12 hektare. Destinasi Digital menjadi salah satu strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengejar target 17 juta kunjungan wisman dan 270 juta perjalanan wisnus tahun 2018.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *