‘Perkawinan’ Pedasnya Sambal dan Bawang Goreng

Share this:

CANTIKQQ – Lidah masyarakat Indonesia tak bisa dilepaskan dari rasa pedas. Sajian sambal selalu dicari dalam tiap penyajian makanan. Ternyata hal ini menginspirasi PT Unilever Indonesia membuat produk saus sambal yang diberi nama Jawara.

Perpaduannya sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia yaitu sambal dan bawang goreng. Nama Jawara dipilih ternyata karena alasan simbolik.

“Sejak dulu, sambal bisa dikatakan sebagai simbol kedewasaan, karena di zaman dulu saat kita kecil, kita akan dianggap dewasa kalau sudah bisa menyantap makanan dengan sambal. Selain itu, sambal juga dikenal sebagai simbol keberanian,” kata Hernie Raharja selaku Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Selain faktor kearifan lokal yang memicu lahirnya Jawara, Unilever Indonesia juga percaya diri untuk merintis inovasi dari nol pertama kalinya pada brand dari sektor makanan ini karena dilatarbelakangi oleh pertumbuhan konsumsi saus sambal di Indonesia sekitar 12 persen – 13 persen.

Minat masyarakat Indonesia terhadap sambal yang terus meningkat ini juga sejalan dengan banyaknya inovasi rasa pedas baru yang kerap menjadi tren, seperti contohnya ayam geprek, steak sambal matah, sate taichan, dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa geliat pecinta kuliner terhadap kreasi santapan pedas telah memberikan ruang untuk berinovasi dan menawarkan suatu sensasi unik. Inilah yang kemudian memicu Unilever untuk menghadirkan inovasi rasa pedas baru melalui Jawara, salah satunya dengan menambahkan bawang goreng sebagai elemen pembedanya.

Bawang goreng sendiri dipilih karena bahan makanan tersebut 100% berasal dari Indonesia yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat untuk dijadikan pelengkap aneka jenis makanan. Ibaratnya, menyantap makanan apapun akan lebih nikmat bila dibubuhi bawang goreng.

Tentunya karena aroma dan rasa sedap yang dihasilkan bawang goreng mampu menambahkan rasa gurih terhadap cita rasa masakan dan cocok untuk dipadukan ke hampir seluruh masakan.

Dalam menyuguhkan sensasi pedas yang baru bagi masyarakat Indonesia, Jawara bersinergi dengan para pelaku industri lokal. Tidak hanya itu, unsur lokal pada Jawara terletak pada penggunaan bahan baku cabai yang dibeli langsung dari petani lokal melalui kerja sama Prestani dan Eragano sebagai start-up agrikultur Indonesia.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *